» BERITA UMUM » IPAL KLHK

Rabu 11 Mei 2016
IPAL KLHK
Oleh UPTB Laboratorium Lingkungan
  • Dibaca : 720 Kali

IPAL KLHK

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan- bahan organik oleh mikronorganisme pada kondisi tanpa udara (an-aerob). Tempat proses pencernaan bahan organik oleh mikroba anaerob. Karenanya disebut BIODIGESTER. Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara. Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya  bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana.

Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan biodigester ternak sapi sebagai bentuk pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Biodigester ini menghasilkan biogas untuk memasak dan penerangan lampu yang dikelola dengan pendekatan ekonomi hijau. Dan Kementrian bersedia memberikan bantuan di beberapa daerah di Indonesia. Harapannya bisa direplikasi oleh stakeholder yang terkait dalam pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan usaha mikro dan kecil, serta pengembangan energi baru dan terbarukan

Untuk menjalankan program bantuan biodigester ternak oleh kementrian lingkungan hidup maka Badan Lingkungan Hidup kabupaten Sidoarjo mengadakan survey lokasi peternakan sapi yang ada di kabupaten sidoarjo diantaranya di desa Cemengkalang yang dimiliki oleh bpk H.Jamil yang mempunyai 20 ekor sapi dan memiliki kapasitas IPAL 32,6 m3, kemudian di desa Urangagung yang dimiliki oleh bpk. Kartim yang mempunyai 15 ekor sapi dan memiliki kapasitas IPAL 19,5 m3, selanjutnya desa Kedung Kendo yang dimiliki oleh Bpk. Hambya yang mempunyai 5 ekor sapi dan memiliki kapasitas IPAL 8,6 m3. Data diatas adalah peternakan yang akan menerima bantuan biodigester dari kementrian lingkungan hidup. pengembangan biodigester ternak sapi ini merupakan salah satu implementasi visi kebijakan energi Indonesia tahun 2025. Yakni pemanfaatan enegri baru dan terbarukan sebesar 25 persen dari keseluruhan energi yang tersedia.

------------
© 2017   BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SIDOARJO

TERKAIT BERITA DIATAS




LINK RELASI

KATEGORI BERITA

RANDOM BERITA

BEYOUND COMPLIANCE 2016
28 November 2016

BEYOUND COMPLIANCE 2016

Dapatkan Arsip Berita