» BERITA DAN ARTIKEL » BEYOUND COMPLIANCE 2016

Senin 28 November 2016
BEYOUND COMPLIANCE 2016
Oleh Administrator
  • Dibaca : 339 Kali

BEYOUND COMPLIANCE 2016

Tanggal 06/06/2016

Awal terbentuknya PROPER tidak terlepas dari adanya Program Kali Bersih (PROKASIH), Terdapat permasalahan yang dapat dipetik dari PROKASIH yaitu pendekatan pengeloahan lingkungan konversional “command and control” ternyata tidak dapat mendorong peningkatan kinerja pengeloalaan lingkungan perusahaan secara menyeluruh. Pelajaran penting lain dari PROKASIH ialah sebagian kecil dari perusahaan yang terbukti membuang air limbah dengan beban pencemaran yang tinggi merupakan target utama pengawasan, adapaun persahaan yang diawasi memberikan respon yang berbeda-beda, ada industri yang menunjukan lompatan kerja yang signifikan dan perusahaan yang jalan ditempat dan tidak peduli.

Ternyata salah satu penyebabnya masalah diatas ialah sifat pendekatan pengelolahan konvensional “command and control” yang hanya melibatkan dua aktor, yaitu pemerintah sebagai pengawas dan industri sebagai pihak yang diawasi, sistem demkian yang menyebabkan tidak tepat sasaran dari program PROKASIH. Jika proses pengawasan-penegakan hukum formal memerlukan waktu dan biaya yang besar, dimana kedua belah pihak harus mengutarakan pendapat masing-masing, maka pengawasan oleh masyarakat dan pasar bermain dengan halus dan sesuai dengan sifat-sifat dasar manusia.

Sebagai mahluk sosial, manusia berinteraksi dan memerlukan pengakuan atau reputasi agar eksistensinya diakui. Industri yang tidak bertanggung jawab dapat dihukum oleh masyarakat dengan tidak memberikan “izin sosial” bagi industri tersebut. Sedangkan pasar akan menghukum perusahaan yang mempunyai reputasi jelek di bidang lingkungan dengan mekanisme supply-and-demand-nya, yaitu industri yang mempunyai reputasi buruk dalam pengelolaan lingkungan akan ditinggalkan oleh pasar. Masyarakat dan Pasar, dapat menghukum perusahaan dengan telak hanya dengan bermodalkan informasi yang terbukti kebenarannya.

Kriteria penilaian PROPER terdiri dari dua kategori, yaitu penilaian ketaatan dan kriteria penilaian ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance), Kriteria beyound compliance lebih bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan teknologi, penerapan praktik-praktik pengeloalahan lingkungan dan isu-isu lingkungan yang bersifat global. Peraturan lingkungan hidup yang digunakan sebagai dasar penilaian saat ini adalah peraturan yang berkaitan dengan: persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporanyya, pengendalian pencemaran air, udara dan air laut, pengelolahan limbah B3 dam potensi kerusakan lahan.

Pelaksanaan PROPER diawali dengan pemilihan perusahaan peserta, Perusahaan yang dipilih sebagai peserta proper umumnya adalah perusahaan yang menimbulkan dampak penting dalm lingkungan. Setelah peserta ditetapkan kemudian dilakukan pengumpulan data swapantau dengan jalan mengevaluasi laporan pelaksanaan pelaporan lingkungan yang disampaikan perusahaan disamping itu juga dilakukanpengawasan langsung secara rutin yang dilaksanakan oleh pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH). Informasi yang terkumpul kemudian menjadi rapor sementara, selanjutnya rapor sementara ini yang menjadi acuan dasar peringkat kinerja perusahaan berdasarkan kriteria peringkat PROPER.

------------
© 2017   BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SIDOARJO

TERKAIT BERITA DIATAS


BIMTEK PENGELOLAAN B3 DAN LB3
IPAL KLHK


LINK RELASI

KATEGORI BERITA

RANDOM BERITA

Dapatkan Arsip Berita